Perubahan tanpa embel - embel


     Karena memang pada kenyataannya manusia tidak bisa mengubah manusia lain. Satu hal yg harus kita tanamkan dalam pemikiran kita adalah : saya tidak biss mengubah orang lain. Baik itu mau pakai lebel agama, dll.

Manusia berubah karena keinginan dan kesadarannya sendiri untuk berubah, dan pertolongan Sang Pencipta. 
Serta ketika dia merasa mendapatkan penerima dan kasih yg tanpa embel-embel, untuk orang tersebut dapat berubah atau tidak berubah.
Kenapa saya kata kasih tanpa embel-embel. Karena kebanyakan orang show off tentang kasih, tapi setelah itu mereka mengharapkan seseorang berubah untuk menjadi seperti yg dia mau. bukan Seperti apa yang penciptan mau. Entah itu akhirnya mengikuti agamannya, gerejanya, komunitasnya dll.


Kalo kita liat kembali pada tiap penginjilan yang Yesus lakukan, Dia sendiri hanya berbagi kasih dan kebenaran. Orang mau ikut ya silahkan, ga mau jg ya sudahh. 
Remember Tuhan sendiri memberi kita free will, sehingga kita pun harus belajar menghargai free will orang lain.

Satu hal yg harus disadari adalah mengubah diri sendiri saja sangat susah. Apa lagi mengubah orang lain, mau apa pun itu agamanya
Dengan mengatakan orang lain sesat, atau kepercayaan yang dianutnya sesat hal itu pun tidak akan mengubah seseorang.
Tugas kita sekarang kita belajar menerima orang lain dengan segala kekurangannya dengan kasih tanpa syarat, Perubahan dapat terlahir dari penerima kita, tanpa embel-embel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model perencanaan dalam proses komunikasi di ruang virtual aplikasi wesing

Menjadi Orang benar

Hikmat adalah Pribadi-Nya