Pembenaran selalu benar


Kebenaran diterima Abraham, bukanlah karena Perbuatan tapi Abraham melihat janji Allah di masa depan. walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah. Kebenaran yang sama, diberikan kepada kita karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus diantara orang mati dan diperhitungkan kepada kita sebagai Kebenaran di dalam Kristus. Dengan demikian Kebenaran dan Pembenaran kita, bukan karena perbuataan untuk memperolehnya, tetapi hanya karena Percaya dengan karya Kristus


Rom 4:22 Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. 

Rom 4:23 Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja

Rom 4:24 tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati,

"KEBENARAN YANG SAMA DIBERIKAN KEPADA ABRAHAM, DIBERIKAN JUGA UNTUK KITA"

Mungkin anda bertanya bagaimana mungkin, hanya percaya saja kita dapat dibenarkan dengan Allah, apakah tidak perlu perbuataan benar untuk menyatakan diri kita seorang yang benar. dihadapan Allah anda tidak perlu berbuat demikian tapi dihadapan manusia sangatlah berbeda.
Raja Daud menulis ini " Berbahagia orang dosa nya ditutupi " bukan karena perbuataanya.

Rom 4:6 Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: 
Rom 4:7 "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;

ini menegaskan Pembenaran ialah sebuah pemberian kepada anda , Pembenaran tidak tergantung apa yang miliki dan usahakan sekarang.

Rom 4:4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. 
Rom 4:5 Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model perencanaan dalam proses komunikasi di ruang virtual aplikasi wesing

Menjadi Orang benar

Hikmat adalah Pribadi-Nya