Menjadi Orang benar


Kebanyakan dari orang yang hidup di dunia ini, ingin berbuat baik, benar dan saleh. Tetapi apa sebenarnya benar? Benar berarti tidak salah, sesuai sebagaimana adanya /seharusnya. Lalu untuk menjadi benar apa yang harus dilakukan? Saya ambil contoh, jika saya mengajarkan anak saya perkalian 2x4, Maka saya tidak perlu menjelaskan hasil yang salah untuk perkalian tersebut misal bahwa 2x4 = 5 dan itu salah, lalu 2x4 =0 itu salah, tetapi yang perlu saya ajarkan adalah 2x4 =8 dan itu benar. Tidak perlu saya menjabarkan hasil yang salah kepada anak saya, tetapi yang harus saya lakukan adalah memberitahu kebenaran dari hasil perkalian tersebut, sehingga dia akan mengerti bahwa hasil di luar angka 8, itu semua adalah salah.
Contoh lainnya adalah untuk mengetahui uang palsu, kita perlu mengamati dan belajar uang asli terus-menerus, sehingga ketika kita diberi uang palsu, kita akan langsung tahu bahwa uang tersebut tidak asli. Lalu bagaimana aplikasinya dengan kehidupan kita? Bila anda ingin belajar dari kebenaran, maka belajarlah/dengarlah berita baik dari Tuhan Yesus Kristus, karena Dialah kebenaran itu sendiri.

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6)

Karena apa yang kita dengar akan mempengaruhi apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan dan apa yang kita lakukan. Bila berita yang kita dengar adalah kabar buruk, maka pikiran kita pun menjadi buruk, perasaan kita menjadi kacau / buruk dan reaksi / tindakan kita pun menjadi buruk. Namun bila kita mendengar kabar baik, maka pikiran kita pun akan menjadi baik, hati kita akan menjadi tenang dan tindakan kita pun akan menjadi baik.
Bila kita ingin mengalami kemerdekaan dalam hidup, maka kita harus mengetahui apa yang menyebabkan kita menjadi orang yang merdeka. Karena itu,  mari kita lihat beberapa ayat Firman Tuhan yang memerdekakan kita, yang terdapat dalam 2 Kor 3:17, Yoh 16:13, Yoh 8:32.

Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan. 2 Kor 3:17

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akanberkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Yoh 16:13

dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.Yoh 8:32

Dari dasar Firman Tuhan diatas, kita dapat melihat bahwa dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan. Roh Allah / Roh Kebenaran itulah yang memimpin kita kepada kebenaran, dan kebenaran itulah yang memerdekakan kita. Ternyata yang memerdekakan kita adalah KEBENARAN.
Kebenaran apa yang memerdekakan kita? Kebenaran tentang Anak Allah : Yesus Kristus. Yesuslah kebenaran itu sendiri yang benar-benar memerdekakan kita (Yoh 8:36)

Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka." Yoh 8:36

Lalu yang menjadi pertanyaan apakah perbuatan kita mempengaruhi perkenanan Tuhan dalam hidup kita? Lalu harus sebaik apa kita? Perlu kita ketahui hal yang membedakan kekristenan dengan agama lain adalah kekristenan mengajarkan kemurahan Tuhanlah yang menuntun kita kepada pertobatan (Roma 2:4). Kasih karuniaNYAlah yang menuntun kita kepada pertobatan.
Makanya di dalam kekristenan, karena kasih karuniaNyalah  Allah mengosongkan diriNYA, mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Bukan hanya menjadi sama dengan manusia, namun Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati di atas kayu salib (Filipi 2:5-8). Hal ini dilakukanNYA untuk menunjukkan keadilanNya (Roma 3:25), sehingga kita dibenarkan karena percaya kepada Yesus (Roma 3:26)

Yesus yang tidak berdosa dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Yesus Kristus kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21). Tanpa Yesus yang menanggung semua penghukuman dosa kita, maka sampai kapan pun kita tidak akan pernah dibenarkan oleh Allah. Namun kabar baiknya Yesus sudah menanggung semua dosa kita.
Pada saat Yesus disalibkan, IA berkata: “sudah selesai” . (Yoh 19:30). Saat Yesus berkata “sudah selesai” lalu IA menundukkan kepala-NYA dan menyerahkan nyawaNYA, itu berarti semua penghukuman atas dosa manusia sudah lunas dibayar  sekali untuk selama-lamanya.
Dan dalam Roma 6:10 kita dapat melihat bahwa kematianNya adalah kematian terhadap dosa satu kali untuk selama-lamanya. Sedangkan dalam Ibrani 10:10 kita dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya. Jadi kita dibenarkan bukan berdasarkan perbuatan kita tetapi karena apa yang sudah Yesus lakukan adalah sempurna, sehingga Dia membenarkan kita orang yang percaya padaNya, Bapa tidak lagi melihat anda sebagai manusia biasa, tapi Bapa melihat anda sebagai mana Bapa melihat anakNya Yesus, anak yang dikasihiNya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model perencanaan dalam proses komunikasi di ruang virtual aplikasi wesing