Model perencanaan dalam proses komunikasi di ruang virtual aplikasi wesing
Kesamaan menjadi faktor besar (dominan) untuk seorang pengikut (follower) untuk bertindak membagi (share) di dalam media sosial, seperti kesamaan kepercayaan, passion, kegemaran, personal habit bahkan persamaan politik. Hal ini mendorong orang berpartisipasi dalam percakapan atau komentar dalam platform aplikasi. Membentuk tingkatan kepercayaan adalah tujuan dari strategi sosial media. Mengurangi ketidakpastian dalam berinteraksi membuat menambah pengaruh besar akan tindakan pengikut (follower) terhadap Host Streamer. Sehingga muncul yang disebut dengan Influencer. Karena faktanya 90 % pengguna internet mempercayai rekomendasi dari seorang yang mereka kenal dalam hal ini seorang Influencer.
Faktor kesamaan perlu diperhatikan oleh Host streamer hal tersebut menjadi faktor keunggulan untuk menaikan pengikut dan kadar loyalitas. Semisal : pemilihan lagu genre tertentu akan menarik audiences tersendiri, pemilihan lagu tradisional menarik nilai identitas dan entitas seorang untuk menjadi loyalis follower.
Isi pesan merupakan salah satu unsur penting dalam strategi sosial media. Dalam hal ini pesan dibagi menjadi 2 bagian : Verbal dan Non Verbal, sering terlupakan adalah pesan berbentuk nonverbal alias tanpa bersuara, harus dimengerti bahwa nonverbal sifat yang lebih jujur dan spontan dalam mengukapan perasaannya dan ide. Dalam kontek strategi Aplikasi Wesing, penggunaan Wardrobe semisal lighting dan baju yang yang digunakan memberi pengaruh terhadap lagu yang disampaikan ke audience, ngk kebayang anda mengenakan baju daster dan pencahayaan yang kurang, menyanyikan lagu “Its all coming back to me now - Celine Dion”.
Tak kalah pentingnya menggunakan bahasa tubuh semisal ; ekspresi wajah, gerak tubuh dan postur. Host streamer menggunakan gerakan tubuh ; senyuman dan lambaian menguatkan pesan positif (vibe positif) yang mau disampaikan, sebaliknya mengerutkan kening dan meninggikan suara dalam kasus tertentu memberi pesan negatif (vibe negatif) kepada audiences. Dalam kasus yang sifat teknis dalam memberi pesan negatif terhadap audiences semisal : terlalu dekat dengan kamera membentuk persepsi wajah kurang baik dilihat, menggunakan lighting overexposure membuat wajah terlihat pucat. Sebagai Host Steremer penggunaan tata letak Kamera, Background dan lighting akan menjadi penting karena akan membentuk kesan.
Komunikasi non verbal terlihat alami sulit dipalsukan itulah yang membuat orang lebih bisa dipercaya daripada kata - kata yang diucapkan jika anda perhatikan
Salah satu efektifitas komunikasi dilakukan secara langsung tatap muka (face to face) dengan demikian kita bisa melihat lawan bicara, sehingga pesan yang dikirim dapat dinilai apakah pesan tersebut tersampaikan atau tidak. Dalam konteks host streamer ada sebuah perbedaan yang unik walaupun berkomunikasi dua arah yang dapat berinteraktif, namun Host tak dapat melihat dengan siapa dia berkomunikasi, kita tidak dapat menilai perubahan emosi dan identitasnya dalam berkomunikasi, tak jarang banyak host streamer salah menilai audiencenya, mungkin saja orang tersebut jauh lebih tua umurnya tapi salah menyapa dengan umurnya atau identitas yang lain samar seperti gender (pria - wanita) dan nationality.
Perhatikan Kandungan pesan yang ingin disampaikan harus cukup jelas, bahasa yang mudah dipahami tidak berbelit -belit, pesan yang menarik dan segar membuat audiens menerima pesan yang disampaikan menjadi baik dan sesuai keinginan host streamer.
Bagian akhir tulisan ini. Dalam membangun audience, baik yang baru dan yang lama keterlibatan atau keterikatan dalam interaktif, secara praktis harus terus dilakukan dalam percakapan hal tersebut menciptakan sebuah kedekatan, jika sudah terbangun, maka audiens pun cenderung akan menjadi loyal dan aktif
Komentar
Posting Komentar