Melek Literasi Membangun Kesadaran Kritis terhadap pemberitan media digital
Apa itu “Literasi” secara sederhana, literasi dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan membaca dan menulis. Namun sekarang ini literasi memiliki arti luas, sehingga keberaksaraan bukan lagi bermakna tunggal melainkan mengandung berbagai arti. Jadi, keberaksaraan atau literasi dapat diartikan melek teknologi, melek informasi, berpikir kritis, peka terhadap lingkungan, bahkan juga peka terhadap politik, lebih - lebih dengan Dunia pendidikan sekarang. sedangkan.
Pengertian literasi media adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan informasi dalam berbagai bentuk media. Literasi media merupakan seperangkat perspektif yang digunakan secara aktif saat mengakses media massa untuk menginterpretasikan pesan yang dihadapi.
Meskipun beragam definisi tentang literasi media telah dikemukakan oleh banyak pihak, namun secara garis besar menyebutkan bahwa literasi media berhubungan dengan bagaimana khalayak dapat mengambil kontrol atas media. Literasi media merupakan skill untuk menilai makna dalam setiap jenis pesan, mengorganisasikan makna itu sehingga berguna, dan kemudian membangun pesan untuk disampaikan kepada orang lain.
Intinya adalah literasi media berusaha memberikan kesadaran kritis bagi khalayak ketika berhadapan dengan media. Kesadaran kritis menjadi kata kunci bagi gerakan literasi media. Literasi media sendiri bertujuan untuk, terutama, memberikan kesadaran kritis terhadap khalayak sehingga lebih berdaya di hadapan media.
Art Silverblatt menekankan pengertian literasi media pada beberapa elemen, diantaranya:
Kesadaran akan pengaruh media terhadap individu dan sosial;
Pemahaman akan proses komunikasi massa;
Pengembangan strategi untuk menganalisis dan mendiskusikan pesan media;
Kesadaran bahwa isi media adalah teks yang menggambarkan kebudayaan dan diri kita sendiri pada saat ini; dan
Mengembangkan kesenangan, pemahaman, dan penghargaan terhadap isi media. Kelima elemen Silverblatt ini kemudian dilengkapi oleh Baran dengan pemahaman akan etika dan kewajiban moral dari praktisi media; serta pengembangan kemampuan produksi yang tepat dan efektif.
Sementara produser juga mengkonstruksikan isi media. Media mempengaruhi khalayak dalam level sosial dan individual. Meski demikian, khalayak memiliki kemampuan untuk menghandle media. Kemampuan tersebut berkaitan dengan bagaimana memilih media yang tepat, mengatur penggunaan media, kemampuan untuk memobilisasi media, serta bagaimana menginterpretasikan isi media. Literasi media bergerak dalam hubungan di atas.
Tujuan Literasi Media
Silverblatt juga menyebutkan ada empat tujuan literasi media, yaitu kesadaran kritis, diskusi, pilihan kritis, dan aksi sosial. Namun kesadaran kritis yang paling utama memberikan manfaat bagi khalayak untuk mendapat informasi secara benar terkait coverage media dengan membandingkan antara media yang satu dengan yang lain secara kritis; lebih sadar akan pengaruh media dalam kehidupan sehari-hari;mengartikan pesan media; membangun sensitivitas terhadap program-program sebagai cara mempelajari kebudayaan; mengetahui pola hubungan antara pemilik media dan pemerintah yang mempengaruhi isi media; serta mempertimbangkan media dalam bertindak.
Kesadaran kritis khalayak atas realitas media inilah yang menjadi tujuan utama literasi media. Ini karena media bukanlah entitas yang netral. Ia selalu membawa nilai, baik ekonomi, politik, maupun budaya. Keseluruhannya memberikan dampak bagi individu bagaimana ia menjalani kehidupan sehari-hari.
Literasi media hadir sebagai benteng bagi khalayak agar kritis terhadap isi media, sekaligus menentukan informasi yang dibutuhkan dari media. Untuk itu, khalayak harus bisa mengontrol informasi atau pesan yang diterima. Semakin media literate seseorang, maka semakin mampu orang tersebut melihat batas antara dunia nyata dengan dunia yang dikonstruksi oleh media.
Orang tersebut juga akan mempunyai peta yang lebih jelas untuk membantu menentukan arah dalam dunia media secara lebih baik.
Jenis Literasi Media
Literasi media ini ada beberapa jenis yang bisa digunakan, pada umumnya jenis-jenis tersebut meliputi antara lain:
1. Media Elektronik
Media cetak adalah media yang produksinya melalui proses cetak, yaitu surat kabar atau koran, tabloid, dan majalah.
Beberapa media elektronik yang sering digunakan dan kita miliki antara lain seperti televisi dan radio. Namun tampaknya radio saat ini sudah mulai diabaikan. Beberapa orang bahkan tidak pernah menggunakan radio sama sekali karena radio hanya mengeluarkan suara saja tanpa adanya gambar virtual. Hal ini tampaknya membosankan bagi kebanyakan orang. Berbeda dengan televisi yang bisa menampilkan tidak hanya suara saja tetapi juga gambar dan tulisan. Gambar bergerak dan video juga bisa dinikmati pada televisi sehingga televisi sampai saat ini masih saja disukai oleh masyarakat. Acara televisi juga semakin berkembang dan dikemas dengan sangat menarik.
2. Media Cetak
Disebut juga media penyiaran (broadcasting), media elektronik adalah media yang proses dan aksesnya membutuhkan perangkat elektronik, yaitu televisi, radio, dan film.
Media cetak sebenarnya merupakan media lama dalam suatu literasi media. Media cetak yang paling populer saat ini adalah surat kabar yang dinilai bisa memberikan berbagai macam informasi yang ada. Selain itu majalah juga masih saja menjadi pilihan bagi beberapa orang karena majalah dinilai juga sebagai sumber informasi. Namun tampaknya eksistensi media cetak ini semakin berkurang walaupun seringkali masih dicari dan dibutuhkan orang. Bagaimanapun juga beberapa jenis media cetak ini hingga kini masih saja menjadi literasi media yang digemari oleh kebanyakan orang baik bagi pembaca dari media cetak maupun bagi penulis di media tersebut.
3. Media Digital
Media online adalah media yang tersaji dan hanya dapat diakses melalui koneksi internet. Media online dalam konteks media massa adalah situs web berita (news website) atau media berita online yang didirikan dan dikelola perusahaan pers.
Media online dalam konteks media massa atau lembaga pers disebut juga media siber (cyber media)
Media digital juga disebut sebagai media baru. Media ini tentunya berhubungan dengan perkembangan teknologi canggih seperti misalnya internet. Sudah bukan rahasia lagi bahwa sebagian besar orang di dunia ini cenderung tergantung pada media internet. Internet dapat digunakan dengan akses yang lebih cepat dan lebih praktis. Menggunakan internet juga dirasa sebagai tindakan yang lebih bersifat efektif dan efisien. Hal ini membuat internet menjadi literasi media yang semakin diterima oleh masyarakat luas.
Literasi media ini pada dasarnya beraneka ragam, tetapi pastinya membawa manfaat yang maksimal bagi informasi di masyarakat. Demikian halnya penggunaan produk yang tepat di dalam keuangan perusahaan.
Komentar
Posting Komentar